Jakartashowbiz.com – Aktris Fanny Ghassani menunjukkan totalitas aktingnya dalam film Riba. Memerankan tokoh bernama Rohmah, Fanny harus menjalani serangkaian proses syuting yang cukup menguras waktu dan tenaga. Bahkan, ada satu adegan yang meninggalkan kesan mendalam baginya.
Salah satu yang menjadi pengalaman menarik Fanny Ghassani bermain dalam film produksi Verona Pictures itu adalah pembuatan make up effect yang cukup memakan waktu. Terlebih, make up tersebut harus memberikan visual natural terkait luka bakar yang dialami Rohmah untuk salah satu adegan.
“Make up effect yang paling lama itu saat luka bakar, sekitar dua jam-an,” ujar Fanny Ghassani saat Gala premier film Riba di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (28/11).
Tak hanya soal riasan, Fanny juga harus beberapa adegan berbahaya dalam film tanpa pemeran pengganti. Fanny merasa jika hal itu adalah salah satu bentuk totalitasnya dalam berperan dan merasa bertanggung jawab untuk memberikan yang terbaik.
“Walaupun di make up effect, kontur muka pasti berbeda ya antara aku dengan yang lain. Jadi mau enggak mau memang pakai muka aku. Menurutku enggak masalah juga,” bebernya.

Selain sejumlah tantangan yang harus dihadapi, Fanny juga mengungkap salah satu adegan paling berkesan dalam film Riba. Adegan tersebut adalah ketika karakter Rohmah harus meninggal, dimana Fanny harus mengenakan kain kafan.
“Aku pikir, ‘Ah, cuma dipocongin, masih bisa napas kok’. Tapi pas make-up sudah jadi, duduk di tempat mayat, dikafanin, aku langsung ‘heuh’ (kaget). Rasanya cemas, berat banget perasaannya,” jelasnya.
“Aku jadi kebayang mati ya. Maksudnya, kita semua pasti bakal meninggal, tapi enggak akan pernah siap untuk saat itu,” pungkasnya kemudian.

Film Riba bercerita tentang Sugi (diperankan oleh Ibrahim Risyad) yang hidup sederhana bersama istrinya, Rohmah (Fanny Ghassani), dua anaknya, dan ibu mertuanya di sebuah desa. Kehidupan damai mereka berubah drastis setelah Sugi mengalami gagal panen besar-besaran dan terjerat utang dalam jumlah besar kepada Juragan (Andre Geovano).
Tekanan ekonomi yang mencekik dan ancaman kekerasan fisik terhadap keluarganya membuat Sugi putus asa. Di tengah keputusasaan tersebut, sahabat lamanya, Muji (Wafda Saifan), menawarkan jalan pintas yang mengerikan, yakni pesugihan Getih Anak, ritual mistis yang menjanjikan kekayaan instan, tetapi dengan syarat mengorbankan darah daging sendiri.
Sugi pun tergoda dan mendatangi Mbah Darso (Pritt Timothy) untuk melakukan ritual tersebut. Sekembalinya ke rumah, hidup Sugi berubah drastis. Utangnya lunas, hasil panen melimpah, dan keluarganya hidup sejahtera. Namun, keluarga Sugi mulai dihantui oleh teror tak kasat mata dari iblis pesugihan yang menuntut janji.

Gala premier film Riba berlangsung meriah. Sejumlah penonton tampak antusias dan terbawa suasana dengan cerita yang ditawarkan. Titin Suryani menyampaikan rasa syukurnya melihat reaksi luar biasa dari para penonton yang hadir.
“Kami ingin menghadirkan cerita horor yang
menegangkan sekaligus menggugah hati penonton. Tidak disangka, reaksi penonton ternyata
seperti yang kami harapkan. Jadi saya sangat bersyukur melihat para penonton bisa
merasakan apa yang ingin kami sampaikan melalui film ini,” ungkapnya.
Dalam film Riba, Fanny beradu akting dengan Ibrahim Risyad, Jajang C. Noer, Wafda Saifan, Pritt Timothy, dan sejumlah aktor lainnya. Film Riba akan tayang di bioskop mulai 4 Desember 2025.