Gal Gadot Curhat Nyaris Meninggal karena Pembekuan Darah Saat Hamil

Yuri Setiawan
3 Min Read
Gal Gadot. Foto: Instagram/@gal_gadot

Jakartashowbiz.com – Gal Gadot ternyata baru saja memenangkan pertarungan mengancam nyawa di kehidupan nyata. Wonder Woman itu buka suara mengenai masa-masa kritis yang dia alami saat mengandung putri bungsunya, Ori.

Gal Gadot mengungkapkan bahwa dirinya sempat menderita penggumpalan darah parah di otak yang mengancam nyawanya dan sang bayi. Kisah mengerikan ini bermula ketika dia mulai merasakan sakit kepala yang tidak wajar di tengah kesibukannya.

Baca juga: Comeback, Hilary Duff Siap Rilis Album dan Serial Dokumenter Eksklusif

Mengutip Variety, Gadot menceritakan bagaimana dia mencoba tetap profesional mengurus pekerjaan dan keluarga meski kondisinya sedang tidak baik-baik saja.

“Tahun lalu, hidup saya berubah drastis. Saat itu saya hamil delapan bulan, mengurus keluarga, pekerjaan, dan segala hal di antaranya, ketika saya mulai merasakan sakit kepala yang membuat dunia berhenti selama tiga minggu,” kata Gal Gadot.

Gal Gadot
Gal Gadot. Foto: Instagram/@gal_gadot

Awalnya Gal Gadot bercerita sempat mengabaikan rasa sakit itu, namun pada Februari 2025 atas bujukan sang ibu, dia akhirnya melakukan pemeriksaan MRI. Belum sempat dia sampai di rumah usai pemeriksaan, panggilan darurat dari dokter masuk ke ponselnya.

“Dokter berkata, ‘Anda harus ke rumah sakit sekarang juga. Ini serius. Anda memiliki penggumpalan darah besar di otak’,” tutur Gal Gadot.

Gal Gadot didiagnosis mengalami Cerebral Venous Thrombosis (CVT), sebuah kondisi langka di mana terbentuk pembekuan darah di pembuluh vena otak. Saat mendengar vonis itu, kepanikan luar biasa melanda. Dia bahkan mengaku saking takutnya sampai sulit memproses bahasa Inggris di kepalanya.

“Sejak saat itu, saya tidak bisa memahami apa pun. Bahasa Inggris pun seperti hilang dari kepala saya. Suami saya berbicara dengan berbagai dokter, dan yang terlintas di pikiran saya hanya, ‘Apa saya akan mati? Apakah ini rasanya sebelum mati? Bisakah mereka menyelamatkan saya? Bagaimana dengan bayi saya?’,” ujar Gal Gadot.

Beruntung, tim medis pun bergerak cepat dan dokter memutuskan untuk melakukan persalinan darurat dalam waktu tiga jam sekaligus menangani penggumpalan darah di otaknya. Prosedur medis yang menegangkan itu berhasil, Gadot selamat dan bayinya lahir dengan sehat.

“Keesokan paginya, ketika suami saya menggendong bayi mungil kami, para dokter luar biasa itu melakukan prosedur yang menyelamatkan hidup saya. Saat saya terbangun, saya sadar telah menerima dua anugerah: satu di tangan saya, Ori, dan satu di hati saya, kesempatan kedua,” pungkas Gal Gadot.

Share This Article