Jakartashowbiz.com – Lagi ramai nih, guys! Bupati Indramayu yang juga mantan aktor, Lucky Hakim, tengah disorot tajam terkait masalah serius. Namanya dan wakilnya ikut terseret dalam dugaan kasus korupsi tunjangan perumahan DPRD Indramayu yang angkanya fantastis, diduga merugikan negara hingga Rp16 miliar.
Saat para wartawan mencoba meminta konfirmasi, Lucky Hakim memilih untuk tidak banyak bicara. Mantan aktor berusia 45 tahun ini mengaku belum tahu persis detail kasus korupsi tersebut.
“Mohon maaf, sebenarnya saat ini kita sedang membahas sekolah rakyat. Kalau soal yang Anda tanyakan, saya belum tahu persis,” kata Lucky Hakim kepada wartawan pada Kamis (18/9/2025).

Lucky Hakim berdalih bahwa kasus tersebut terjadi pada tahun 2022. Menurutnya, saat itu ia tidak sedang menjabat sebagai bupati.
“Apalagi kejadiannya di tahun ketika saya masih menjabat wakil dan bahkan saat itu saya mengundurkan diri,” ujarnya, seolah memberi sinyal bahwa itu bukan tanggung jawabnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Indramayu saat ini, yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD pada periode terjadinya kasus ini, belum berhasil dihubungi oleh media untuk dimintai keterangan.

Kasus ini pertama kali mencuat berkat laporan dari Gerakan Pemuda Peduli Perubahan Indramayu (PPPI). Mereka menemukan adanya kejanggalan dalam pemberian tunjangan perumahan untuk pimpinan dan anggota DPRD, berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
Menurut data dari PPPI, total anggaran untuk tunjangan perumahan DPRD Indramayu pada tahun 2022 mencapai Rp16,8 miliar. PPPI menilai bahwa besaran tunjangan tersebut tidak sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD.
Saat ini, kasus tersebut telah naik ke tahap penyidikan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat, dan sekitar 29 orang telah diperiksa untuk dimintai keterangan. Berbagai kelompok aktivis bahkan sudah mendesak Kejati untuk segera menetapkan tersangka dalam kasus ini.