Jakartashowbiz.com – Rumah tangga Marshel Widianto dan Yansen Indiani alias Cesen, eks JKT48, baru-baru ini menjadi sorotan publik karena gosip mengenai masalah rumah tangga mereka. Rumor yang beredar melibatkan ketidakseringan pulang Marshel dan dugaan penelantaran terhadap anak dan istri karena kesibukannya.
Ketegangan dalam rumah tangga ini semakin terasa saat Cesen berhenti mengikuti Marshel di media sosialnya. Namun, kejelasan mengenai situasi mereka muncul setelah keduanya merilis video klarifikasi di Instagram.
Baca Juga: Atta Halilintar Bakal Ungkap Nama Anak Kedua, Inisialnya A dan H
Ternyata, video tersebut tidak hanya sekadar klarifikasi, melainkan bagian dari sebuah iklan atau endorsement. Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa drama rumah tangga mereka sebenarnya merupakan bagian dari strategi untuk mendapatkan keuntungan finansial. Meski demikian, Cesen membantah bahwa awalnya pertengkaran mereka bukanlah bagian dari sebuah gimmick.

“Memang beneran berantem, terus kebetulan dapat rezeki malah dijadiin sekalian. Tapi awalnya emang beneran bukan gimmick,” ujar Cesen saat ditemui di kawasan Jalan Kapten Tendean, Mampang, Jakarta Selatan, Senin (13/11/2023).
Marshel menambahkan bahwa setiap rumah tangga pasti mengalami kesulitan, namun yang penting adalah bagaimana mereka berhasil melewati masalah tersebut. Meskipun mereka tidak menutupi adanya kesalahan komunikasi, mereka menegaskan bahwa mereka berhasil keluar dari kesulitan tersebut.

“Iya kita tidak menutupi bahwa semua rumah tangga pasti ada kesalahan komunikasi apapun itu tapi yang perlu dilihat ya kita berhasil keluar dari kesalahan itu,” kata Marshel.
Bahkan, saat rumah tangga mereka sedang tidak baik-baik saja, mereka sengaja mempublikasikannya di media sosial sebagai jawaban kepada netizen yang penasaran apakah mereka sudah berbaikan atau belum.

“Iya marahnya dipublikasi kan, kalau misalkan gak dipublikasi diem-diem takutnya entar malah loh kok masih diem aja,” jelas Marsel.
Dalam menghadapi pembicaraan dari netizen, Marshel dan Cesen mengaku biasa saja. Mereka lebih memilih untuk mendoakan kesehatan dan kebahagiaan para komentator, tanpa merasa tersinggung oleh komentar-komentar yang tidak mendukung.
“Jadi kan pembicaraan gitu-gitu mungkin ya teritori mereka (netizen) tapi kita sebagai orang yang membacanya biasa aja. Tidak menyakiti temen-temen yang komentar seperti itu (julid) Lebih mendoakan aja kalian tetep sehat dan bahagia,” tutup Marshel.