Jakartashowbiz.com – Tiga cowok tinggal serumah, tapi nggak ada satu pun yang bisa dibilang “normal”. Bukan karena mereka bermasalah, tapi karena kelakuannya emang di luar nalar. Itulah inti dari film GJLS: Ibuku Ibu-Ibu, yang bakal tayang di bioskop mulai 12 Juni 2025.
Baca Juga: Red Fitness Buka Cabang Baru, Lokasinya Strategis Buat Nge-Gym Sekalian Hangout
Film ini nyuguhin komedi keluarga dengan pendekatan yang kocak dan beda. Tiga tokoh utamanya dimainkan langsung oleh para personel GJLS: Rigen, Rispo, dan Hifdzi, yang nggak cuma jadi diri sendiri, tapi juga bawa versi paling absurd dari karakter mereka.
Rigen misalnya, di film ini kerjaannya jadi pawang hujan. Tapi jangan bayangin yang serius-serius, karena gaya dia justru malah kayak ngajak awan bercanda. Celetukannya datar, tapi efeknya bisa bikin satu bioskop ketawa ngakak. Setiap adegannya selalu ngasih momen tak terduga, bikin bingung ini dia lucu sengaja atau emang begitu orangnya.

Berbeda sama Rigen yang sibuk sama cuaca, Rispo malah sibuk dengan pinjaman dan judi online. Hidupnya muter terus antara handphone, akun judol, dan cicilan yang kayaknya nggak pernah lunas. Tapi justru dari kekacauan hidupnya, karakter Rispo jadi yang paling relate sama anak muda zaman sekarang. Lo yang sering begadang demi cashback, mungkin bisa ngerasa “anjir, ini gue banget”.
Nah, giliran Hifdzi muncul, suasana makin pecah. Dia jadi MC dangdut yang semangatnya ngalahin penyanyi aslinya. Gaya ngomongnya sok sok keren, goyangannya niat banget, tapi semuanya terasa natural karena emang karakter dia aslinya juga nggak jauh beda. Yang bikin tambah seru, dia juga punya kisah cinta random yang justru bikin ketawa mulu karena nggak nyambung tapi lucu aja.
Uniknya, dari ketiga karakter ini, nggak ada yang bener-bener kelihatan lebih dewasa atau bisa diandalkan. Urutan anak dalam keluarga kayaknya nggak berlaku di sini. Mereka hidup di rumah yang sama, tapi chaos-nya maksimal. Dan walau kelihatan berantakan, ada satu hal yang bikin mereka tetap solid: sayang sama keluarga.

Plot utama film ini berpusat ke misi mereka buat nyelametin bokap dari cewek penipu yang mau nguras harta keluarga. Tapi karena tiga-tiganya lebih sering bikin masalah daripada nyelesain, misi itu malah jadi sumber kekacauan baru. Dari mulai rencana yang nggak masuk akal sampai aksi-aksi super random yang justru jadi sumber komedi, semua dibungkus dengan gaya khas GJLS yang receh tapi ngena.
GJLS: Ibuku Ibu-Ibu bukan sekadar film komedi yang isinya ketawa doang. Di balik semua keanehan, film ini ngasih pesan soal keluarga yang nggak harus sempurna buat bisa saling jaga. Lo bakal dibikin ngakak, tapi juga nyadar kalau kadang yang absurd-absurd itu justru paling tulus.
Kalau lo lagi cari tontonan yang nyantai, nggak ribet, tapi tetep ngena — film ini wajib masuk watchlist lo. Siap-siap aja pulang dari bioskop sambil ngomong sendiri, “lah, kok gue ngerasa kayak punya sodara kayak mereka, ya?”