Jakartashowbiz.com – Musisi senior Ronni Waluya resmi meluncurkan buku perdananya berjudul Bicara Enak, Selasa (30/12/2025).
Buku ini menjadi penanda penting perjalanan 30 tahun karier Ronni Waluya di industri hiburan Tanah Air, sekaligus medium berbagi pengalaman seputar komunikasi yang efektif dan menyenangkan.
Ronni mengungkapkan, proses penulisan buku Bicara Enak memakan waktu cukup panjang, yakni sekitar lima tahun. Ia mengaku dorongan terbesar justru datang dari sang istri yang sejak lama memintanya menuangkan pengalaman ke dalam bentuk tulisan.
Baca juga: Daftar Lengkap Penampil Synchronize Festival 2022: Ada Agnez Mo, Alam Mbah Dukun, hingga King Nassar
“Awalnya lima tahun lalu istri saya terus mengingatkan untuk menulis buku. Bahkan sempat memberi saya buku jurnal dan saya rajin menulis setiap pagi selama sebulan, tapi setelah itu lupa lagi,” ujar Ronni saat ditemui di kawasan Depok, Jawa Barat.
Ia menambahkan, dalam tiga tahun terakhir barulah fokus menyelesaikan penulisan buku tersebut hingga akhirnya siap diluncurkan ke publik.
Mantan personel Kahitna itu menegaskan, Bicara Enak bukanlah buku teori komunikasi yang kaku. Buku ini justru dirancang ringan dan aplikatif, merangkum pengalaman Ronni saat berinteraksi dengan berbagai kalangan, mulai dari penonton panggung, pendengar radio, pemirsa televisi, hingga peserta pelatihan komunikasi.
“Kalau orang 30 tahun berkarya biasanya bikin konser. Saya pikir ini momen saya untuk menuliskan perjalanan selama 30 tahun itu dalam sebuah buku,” ungkap Ronni.
Menurutnya, Bicara Enak juga bukan buku biografi. Isi buku lebih menekankan pada sharing pengalaman dan panduan praktis berkomunikasi, agar pesan yang disampaikan bisa diterima dengan nyaman dan menyenangkan oleh lawan bicara.
“Intinya bagaimana membuat orang merasa nyaman dan senang saat berkomunikasi dengan kita,” kata Ronni.
Menariknya, salah satu rekan sejawat Ronni bahkan menyebut Bicara Enak bukan sekadar buku teori, melainkan buku terapi komunikasi. Hal itu lantaran buku ini menyajikan banyak contoh nyata, baik komunikasi verbal langsung maupun komunikasi di dunia digital seperti media sosial dan WhatsApp.
“Banyak yang bilang ini bukan buku teori, tapi buku terapi,” tambahnya.
Ronni menilai, konsep “bicara enak” sangat relevan dengan kehidupan saat ini. Komunikasi yang baik diyakini mampu menciptakan suasana positif, baik di lingkungan profesional, keluarga, maupun ruang digital yang kerap rawan salah paham.
Terkait distribusi, Ronni menyebutkan bahwa buku Bicara Enak saat ini masih dijual secara langsung dalam rangkaian acara peluncuran. Namun, dalam waktu dekat buku tersebut akan tersedia secara luas.
“Saat ini masih direct selling, tapi sebentar lagi sudah bisa didapatkan di semua marketplace,” tutup Ronni.