Marsha Aruan Ungkap Kondisi Sang Ayah Sebelum Meninggal Dunia

Tak Berkategori

Jakartashowbiz.com – Kabar duka tengah menyelimuti Marsha Aruan. Ayahanda Marsha, Maruli Asi Budi Aruan, meninggal dunia pada Rabu (7/12/2022). Saat ini, jenazah ayahanda Marsha Aruan disemayamkan di Rumah Duka Thabita RS Ukrida, Jakarta Barat.

Marsha Aruan mengungkap, sang ayah sempat terkena serangan jantung. Namun, mantan kekasih El Rumi itu belum bisa bicara banyak mengenai detil kesehatan ayahnya tersebut.

“Ayah emang ada serangan jantung. Kita juga enggak tahu detailnya gimana,” ujar Marsha Aruan di Rumah Duka Thabita RS Ukrida, Jakarta Barat, Kamis (8/12/2022).

Baca Juga: Dikira Nangis Saat Nyanyi “Yang Terdalam”, Ariel NOAH Buka Suara

Baca Juga: Patut Ditunggu, Dewa Budjana Siapkan Projek Kolaborasi dengan Rhoma Irama

“Makasih untuk temen-temen wartawan yang udah rame-rame di sini. Maaf banget aku belum bisa ngomong banyak,” tambahnya.

Foto: Fitria Adriani/Jakartashowbiz.com

Di kesempatan sama, Marsha Aruan meminta maaf atas mendiang ayahnya, jika selama ini ada kesalahan baik yang disengaja atau tidak. Ia juga memohon doa, semoga mendiang diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

“Terima kasih banget udah nyempetin waktu ke sini. Minta doanya aja untuk ayah, semoga ayah diterima dan juga minta tolong juga doain ya dan juga maafin ya kalau ayah ada salah-salah,” kata Marsha.

Foto: Fitria Adriani/Jakartashowbiz.com

“Mohon dimaafin, itu aja sih. Aku baru bisa ngomong itu. Mohon maaf banget ya temen-temen. Terima kasih udah dateng,” lanjutnya.

Sementara itu, paman Marsha Aruan, Jonathan Lenhard Tambunan, menceritakan kronologi wafatnya meninggalnya Maruli Asi Budi Aruan. Rupanya, sebelum menghembuskan napas terakhirnya, Maruli Asi masih sempat berbincang dengannya.

“Nonton TV bareng, karena kebiasaan saya suka olahraga sore, karena di rumah ada orang yang dampingi, dia saya tinggal,” kata Jonathan Lenhard.

Foto: Fitria Adriani/Jakartashowbiz.com

Lenhard tak menyangka, saat dirinya pergi untuk olahraga, mendiang anfal. Padahal biasanya, Marsha selalu mengabarkan jika terjadi sesuatu dengan ayahnya.

“Kebetulan saya ditelepon enggak bawa HP, jadi rupanya sudah anfal sekitar jam 5 lewat lah pas. Kebetulan ada tetangga kita, dibawa tetangga bersama bundanya. Marsha belum sempet turun kebetulan saya turun ketemu saya, tulang saya anfal,” katanya.

Lenhard melanjutkan, sesampainya di rumah sakit, mendiamf langsung dilarikan ke UGD. Namun perawat rumah sakit mengatakan bahwa nadi mendiang sudah tak berdetak.

“Jantungnya juga enggak berdetak lagi, kemungkinan perjalanan dari rumah ke rumah sakit. Di situ mungikin beliau menghembuskan napas terakhir,” tutup Lenhard.