Leonardo DiCaprio Ungkap Kekhawatiran Soal Masa Depan Bioskop

Yuri Setiawan
2 Min Read
Leonardo DiCaprio. Foto: Instagram/@saminasydroll

Jakartashowbiz.com – Aktor Leonardo DiCaprio mengungkap kekhawatiran soal nasib bioskop di masa depan yang terus tergeser dengan kenyamanan yang ditawarkan layanan streaming digital. Di tengah gempuran teknologi dan perombakan besar-besaran di studio film, bintang Titanic itu menyuarakan keprihatinan soal nasib bioskop di masa depan yang menurutnya sedang berada di ujung tanduk.

Leo melihat perubahan industri ini berjalan cepat dan cukup menakutkan bagi para pelaku seni peran. Dia mempertanyakan apakah orang-orang masih punya minat atau selera murni untuk menikmati karya sinema secara utuh di layar lebar, atau justru lebih memilih kepraktisan di layar kaca.

“Perubahannya sangat cepat. Kita sedang menyaksikan transisi besar,” kata Leonardo DiCaprio dalam laporan Deadline dari wawancaranya dengan The Times.

Baca juga: Nana After School Digugat Pelaku Pembobol Rumahnya Atas Tuduhan Percobaan Pembunuhan

Dalam pandangannya, dulu, film dokumenter dan drama masih punya tempat spesial di hati penonton bioskop. Tapi sekarang, realitanya banyak yang lebih milih nunggu film rilis di platform digital. Leo takut kalau bioskop cuma bakal jadi tempat eksklusif yang sepi peminat dan terisolasi di masa depan.

“Saya tidak tahu. Apakah orang-orang masih memiliki selera? Atau akankah bioskop menjadi tempat terisolasi seperti bar jazz?,” ucapnya.

Leonardo DiCaprio
Leonardo DiCaprio. Foto: Instagram/@leonardodicaprio

Sebelumnya, kepada Deadline, Leo juga sempat menegaskan kalau mempertahankan eksistensi film agar tetap diputar di bioskop itu butuh perjuangan yang ekstra keras saat ini. Tantangan terbesar saat ini adalah mengubah kebiasaan penonton yang sudah terlalu nyaman di zona digital dan kembali mengajak mereka buat gerak ke bioskop.

Dia sangat berharap nantinya akan muncul sineas-sineas jenius yang benar-benar visioner dan mendapatkan kesempatan untuk melakukan hal-hal unik dan gila di masa depan, sehingga pengalaman visual tersebut hanya bisa dinikmati secara maksimal jika dilihat langsung di bioskop.

“Kita menghadapi tantangan yang lebih besar dari sebelumnya, menurut saya, untuk masa depan pengalaman sinematik. Mengajak orang untuk datang ke bioskop tampaknya semakin menjadi tantangan,” ujarnya.

Share This Article