Basejam Sulap Hits Pamer Bojo Milik Didi Kempot Jadi Lebih Kekinian

Yuri Setiawan
4 Min Read
Basejam. Foto: Istimewa

Jakartashowbiz.com – Salah satu hits milik Didi Kempot yang paling bikin galau, Pamer Bojo didaur ulang oleh band legendaris era 1990-an, Basejam. Mereka resmi merilis ulang lagu ikonik tersebut dengan sentuhan yang lebih segar dan kekinian tepat di bulan kelahiran sang maestro.

Lewat perilisan ini, Basejam ingin memberikan penghormatan tertinggi sekaligus melestarikan musik Pop Jawa agar tetap relevan di berbagai kalangan. Ini adalah momen bersejarah karena untuk pertama kalinya mereka merekam dan merilis lagu daur ulang dari tokoh legendaris secara resmi.

“Sudah beberapa tahun Basejam terpikir mengeluarkan single yang merupakan aransemen ulang lagu dari seorang tokoh legendaris. Kalau di panggung sih sudah beberapa kali, tapi kalau merekam dan merilis, ini baru pertama kali. Oleh karena itu, kami mengupayakan aransemen terbaik yang masih terdengar Basejam tapi tidak menghilangkan ciri dan pesan lagunya”, ujar Sita.

Baca juga: Anne Hathaway Ungkap Tantangan jadi Diva Pop di Film Mother Mary

Menjelang usia ke-32 tahun, Basejam ingin melakukan terobosan. Dari sekian banyak katalog lagu Didi Kempot, pilihan akhirnya jatuh pada Pamer Bojo karena dianggap paling mewakili esensi patah hati yang menjadi ciri khas sang legenda namun tetap bisa dibawakan dengan identitas band mereka.

“Dari awal memilih lagu apa yang mau kami aransemen ulang, lagu Pamer Bojo memang menjadi salah satu pilihan teratas. Kami merasa inti cerita lagu ini sangat menggambarkan esensi Pakde Didi Kempot yang dikenal dengan Godfather of Broken Heart. Jadilah akhirnya pilihannya jatuh ke lagu Pamer Bojo”, ujar Alvin.

Basejam
Basejam. Foto: Istimewa

Yang kemudian menarik, tentu bagaimana membawakan lagu berbahasa Jawa dengan aransemen pop khas Basejam. Namun, hasil akhirnya diklaim sangat memuaskan dan bisa dibanggakan karena tetap membawa karakter asli lagunya meski dibalut nuansa baru.

“Saya sebagai orang Jawa dan sebagai personil Basejam merasa interpretasi Basejam akan Pamer Bojo bisa dibanggakan lah. Mungkin terdengar tidak obyektif, tapi kalau orang lain mendengarnya akan punya pendapat yang miriplah, bahwa aransemen ini cukup baru, tapi tetap Basejam, tapi juga tetap lagu Pamer Bojo”, ujar Oni.

Basejam
Basejam. Foto: Istimewa

Proses produksi lagu ini ternyata sangat unik karena melibatkan kolaborasi lintas budaya alias Bhinneka Tunggal Ika banget. Lagu Jawa ini digarap oleh orang-orang dari latar belakang suku yang berbeda-beda, mulai dari Sunda, Sulawesi, Ambon, hingga Batak.

“Salah satu pengalaman berharga dalam proses produksi kali ini adalah proses kolaborasi yang bertema Nusantara alias Indonesia. Lagu Jawa, kini dinyanyikan oleh penyanyi yang salah satunya adalah orang Sunda, dibantu teman kami si pengarah vokal Bakhes Igirisa yang adalah orang Sulawesi, aransemen dibantu oleh teman kami Figgy Papilaya dari Ambon serta penata suara Bennytho Siahaan yang merupakan orang Batak. Jadi, ini merupakan pengalaman yang tak ternilai harganya. Seakan-akan menjadi bukti bahwa walau Pakde Didi sudah tidak ada, beliau tetap jadi pemersatu banyak orang sambil menikmati karya beliau”, ujar Alsa.

Buat vokalis yang nggak ngerti bahasa Jawa, ini jelas tantangan berat. Sigit harus belajar ekstra keras demi mendapatkan artikulasi yang pas dan ‘medok’ agar makna lagu tentang sakit hati ditinggal nikah ini bisa tersampaikan dengan baik ke telinga pendengarnya.

“Tantangan banget buat aku yang nggak ngerti bahasa Jawa, jadi belajar arti liriknya agar dapat menghayati isi lagunya dan juga belajar artikulasi kata Jawa yang benar. Ini rekaman yang paling medok yang pernah aku lakukan! Tapi, bersyukur banget bisa punya kesempatan merekam ulang lagu ini, salah satu mimpi kami, BASEJAM, yang berhasil kami wujudkan”, ujar Sigit.

Share This Article