Jakartashowbiz.com – Aura Kasih membuka pandangan baru tentang bisnis yang identik menjadi lahan lain dari penghasilan para selebritas. Jika biasanya bisnis yang dijalani artis berkutat di bidang kuliner atau fashion yang masih berkaitan dengan gaya hidup, Aura Kasih memilih jalur berbeda. Ibu satu anak itu mengaku sedang asyik menggeluti bisnis di bidang peternakan.
Jarang muncul di layar kaca beberapa waktu belakangan, ternyata Aura Kasih sedang fokus mengembangkan bisnis di sektor perkebunan dan pertanian. Kini, dia merambah ke bidang lain di sektor peternakan. Langkah ini diambil bukan cuma iseng, tapi karena kecintaannya pada alam dan keinginan hidup mandiri dengan memanfaatkan aset lahan yang dimiliki.
“Lagi bisnis, ada di bidang peternakan dan perkebunan. Aku dari dulu memang suka, kan punya kebun, punya sawah. Sekarang merambah ke peternakan,” katanya di kawasan Jakarta Selatan.
Baca juga: Belum akan Comeback Syuting, Jessica Mila Mau Tambah Anak Tahun Depan
Dalam menjalankan bisnis barunya ini, Aura Kasih memilih untuk merintis dari awal ketimbang langsung menggelontorkan modal besar. Dia sadar betul kalau dirinya masih dalam tahap belajar, makanya memilih hewan ternak yang populer dan gampang dikelola, yaitu ayam sebagai langkah awal ekspansinya ke dunia peternakan.
“Hanya ayam, karena masih belajar. Kalau bikin bisnis aku juga harus terjun langsung. Jadi aku juga lagi belajar satu-satu,” jelas Aura Kasih.

Meski baru berjalan, Aura Kasih tegas mengaku optimis dengan bisnisnya di bidang peternakan. Menurutnya, daging ayam adalah salah satu makanan pokok masyarakat Indonesia sekaligus menjadi sumber protein termurah yang pasti dicari oleh banyak orang.
“Karena ayam itu rata-rata sumber protein termurah, apalagi di Indonesia, semua orang pasti makan ayam. Karena murah, jadi kebutuhannya juga lumayan banyak,” ucap Aura Kasih.
Berbeda dengan usaha peternakan yang baru diterjuni, sektor pertanian dan perkebunan yang jadi lahan bisnis Aura Kasih sudah berjalan sekitar satu tahun belakangan. Bahkan, dia mengaku sudah merasakan sendiri manisnya panen dari sawah miliknya sendiri.
“Dari tahun lalu, lumayan sambil berjalan. Kalau sawah dan kebun sudah merasakan hasilnya banget. Jadi aku nggak perlu repot beli beras. Sebagian hasilnya juga aku kasih ke beberapa warga yang jagain sawah,” pungkasnya.