Aghniny dan Bastian Hadapi Teror Keluarga di Film Selepas Tahlil

William Alvin
4 Min Read
Foto: Putri Ramadhani/Jakartashowbiz.com

Jakartashowbiz.com – Setelah sukses bikin ngakak lewat Ambyar Mak Byar, sekarang BION Studios mutusin buat masuk ke dunia horor. Lewat film terbarunya yang berjudul Selepas Tahlil, mereka nekat angkat cerita serem yang deket banget sama kehidupan sehari-hari orang Indonesia.

“Lentera malam adalah salah satu podcast yang besar dan punya banyak cerita yang bagus dengan pendengar yang sudah banyak,” jelas Ajeng Parameswari di kantor Visinema, Jakarta Selatan, Jumat (23/5/2025).

Baca Juga: Deretan Film dan Serial Seru Tayang di CATCHPLAY+ Mei 2025, Ada Minecraft hingga Peraih Oscar

“Kemudian saat kita telusuri ‘Selepas Tahlil’ itu secara konteks juga cukup banyak yang mengalami jadi bisa kita kembangin menjadi sebuah narasi cerita yang nggak cuman horor,” tambahnya.

Foto: Putri Ramadhani/Jakartashowbiz.com

Yang bikin makin menarik, film ini terinspirasi dari podcast horor viral, Lentera Malam. Ceritanya soal mayat yang katanya bangkit terus jalan sendiri dari Surabaya ke Lamongan. Gokil sih, kayak film tapi beneran pernah diceritain orang.

“Satu hal yang bisa aku bayangkan perihal kematian itu kan suatu lowest point seseorang yang akhirnya juga punya pengaruh another lowest point kepada keluarga yang ditinggalkan,” kata Taufan Adryan.

“Dari titik itu aku menyadari bahwa apa yang akan terjadi dari poin terendah kita sebagai manusia adalah bahasan-bahasan yang menarik yaitu untuk dikembangkan dalam ceritanya,” sambungnya.

Selepas Tahlil disutradarai Adriano Rudiman, dan ini jadi film panjang pertamanya. Dia kerja bareng tim keren yang udah pernah ngurus film-film besar sebelumnya. Jadi walaupun ini horor pertamanya, Adriano nggak main-main.

“Ini film horor pertama aku dan juga film panjang pertama aku, bahkan adalah kali pertamanya aku bekerja dengan orang-orang sehebat ini,” ucap Adriano Rudiman.

Foto: Putri Ramadhani/Jakartashowbiz.com

Yang bikin film ini beda dari horor kebanyakan, ceritanya juga nyentuh sisi drama keluarga. Jadi nggak cuma bikin kaget-kagetan doang, tapi juga ngasih konflik emosional yang bikin penonton bisa ikut mikir.

“Emosi yang pengen saya bawa dalam cerita ini adalah bagaimana filmnya pun tidak hanya menyajikan sebuah cerita horor tetapi menarik juga untuk diikuti dari segi cerita dramanya, di mana kita mengeksplorasi dua orang anak yang harus menghadapi rahasia dari sang ayah,” tambah Adriano Rudiman.

Cerita fokus ke dua bersaudara, Saras dan Yudhis, yang abai sama wasiat terakhir ayahnya. Bukannya tenang, jasad si ayah malah bangkit dan ngilang. Dari situ, kejadian-kejadian aneh mulai muncul satu-satu.

“Aku berperan sebagai Saras dalam film ini, di mana karakter ini sangat relate dengan anak pertama di Indonesia bahkan seluruh dunia karena nantinya harus bertanggung jawab untuk mengurus keluarganya. Dia juga sangat skeptis, logis, tetapi bertabrakan dengan serangkaian-serangkaian kejadian yang meruntuhkan ego dia sendiri,” cerita Aghniny Haque.

Foto: Putri Ramadhani/Jakartashowbiz.com

Selain Aghniny, film ini juga dibintangi Bastian Steel yang ternyata baru pertama kali main film horor. Buat dia, pengalaman ini bener-bener baru dan beda dari yang pernah dia jalanin sebelumnya.

“Ini adalah film horor perdana Bastian yang sangat teknis dan serius, jadi bener-bener dari awal sampai akhir menjadi pengalaman baru dan sangat luar biasa buat aku pribadi. Bisa dibilang ini adalah film horor yang bener-bener horor buat aku,” jelas Bastian Steel.

Filmnya sendiri udah mulai syuting dari Februari dan sekarang udah masuk tahap finishing. Buat yang penasaran, catet tanggal rilisnya: 10 Juli 2025 di biosko. Tapi tenang aja, teaser perdananya udah bisa ditonton duluan mulai 23 Mei 2025 di media sosial Selepas Tahlil. Jangan sampai ketinggalan!

Share This Article