Imam Darto Ungkap Sisi Berbeda Hungry Ghost Festival, Bukan Cuma Horor Komedi!
Jakartashowbiz.com – Film Hungry Ghost Festival garapan Imam Darto tidak hanya mengandalkan unsur horor dan komedi. Sang sutradara justru mengaku jatuh cinta pada sisi drama yang menjadi bagian penting dalam cerita film tersebut.
Di tengah pembahasan mengenai unsur horor komedi, Imam Darto menegaskan bahwa kekuatan emosional cerita menjadi salah satu aspek yang paling ingin ia tonjolkan.
“Kalau masalah itu pembelajarannya tidak belajar ya untuk nyusahin diri sendiri. Cuma kali ini gua sih lebih justru apa ya, gua lebih fokus ke dramanya justru,” ujar Imam Darto.
Baca juga: Benedictus Siregar Mainkan Banyak Emosi Sebagai Pemeran Utama Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati
Ia bahkan mengaku sangat menyukai drama yang dibangun dalam film tersebut dan berharap penonton dapat ikut merasakan emosi yang disampaikan melalui cerita maupun karakter-karakternya.
“Kalau gua personally gua jatuh cinta sama dramanya di film ini. Dramanya tuh bener-bener, ah gila,” ungkapnya.
Untuk memperkuat sisi tersebut, Imam Darto menghadirkan Endy Arfian, Aci Resti, dan Fajar Nugra dengan karakter yang memiliki kepribadian berbeda.
Endy Arfian memerankan Raka, sosok perfeksionis yang terbiasa hidup dengan aturan dan kedisiplinan. Namun, sebuah persoalan membuatnya mempertanyakan identitas diri hingga harus menjalani perjalanan untuk menemukan jati dirinya.
Endy mengaku peran tersebut cukup menantang karena membutuhkan rentang emosi yang besar.
“Jadi karakter aku ini sangat-sangat perfeksionis, harus taat aturan, disiplin, dan tiba-tiba karena ada suatu masalah, dia merasa dikecewakan dan akhirnya dia aja enggak tahu diri dia ini siapa gitu,” kata Endy.
Sementara itu, Aci Resti memerankan Tintin, sahabat Raka yang memiliki karakter bertolak belakang. Tintin cenderung menjalani hidup dengan santai dan tidak terlalu terpaku pada aturan.
Fajar Nugra berperan sebagai Bobby, karakter yang menjadi penyeimbang di antara Raka dan Tintin. Menurut Fajar, proses pengembangan karakter Bobby dilakukan melalui diskusi bersama Imam Darto hingga mendekati tahap pembacaan naskah.
Perbedaan karakter tersebut menjadi bagian dari perjalanan emosional yang dihadirkan dalam Hungry Ghost Festival. Melalui perpaduan drama, komedi, dan horor, film ini mencoba menyajikan pengalaman menonton yang tidak hanya mengandalkan ketegangan, tetapi juga hubungan antarkarakter.
