Hadir di Indonesia, SHOW Token Siap Dorong Transformasi Industri Film Nasional

Yuri Setiawan
5 Min Read
Peluncuran Show Token di Indonesia. Foto: Istimewa

Jakartashowbiz.comIndustri hiburan di Asia Tenggara, khususnya Indonesia, resmi memasuki babak baru lewat keberadaan SHOW Token sebagai pelopor ekosistem berbasis blockchain dan AI pertama. Kehadiran mereka bertujuan untuk memangkas tingginya hambatan modal tradisional (high capital barriers) yang selama ini kerap dihadapi para kreator lokal, sekaligus menjadi revolusi bagj masa depan industri perfilman dan hiburan nasional.

Mengusung tagline ‘Bridging Crypto and Entertainment: Invest Beyond the Screen’, SHOW membidik target pasar demografi anak muda yang aktif secara digital. Kehadiran dirancang sebagai penggerak interaksi, transaksi, serta inovasi di dalam beberapa pilar ekosistem antara lain SHOW Movie (watch & earn), SHOW AI & Marketplace (ruang produksi konten kreatif berbasis kecerdasan buatan), dan SHOW KIDS (IP animasi orisinal yang mengangkat nilai budaya
lokal).

“Indonesia memiliki kekayaan narasi yang luar biasa, namun sering kali langkah kita terhenti di pasar domestik karena keterbatasan infrastruktur global. Di SHOW, kami tidak menunggu pintu global terbuka untuk kami; kami membangun ekosistem digital baru dimana karya anak bangsa dapat langsung diakses, dimiliki, dan diapresiasi oleh dunia tanpa perantara,” kata Akshay Melwani, CEO SHOW Token.

Baca juga: Duo Antonia Rilis Mini Album “Suara Hati”, Angkat Kisah Perempuan Lewat Enam Lagu Penuh Makna

Sebelum memperluas jangkauan ke pasar Indonesia melalui Mobee, SHOW Token telah lebih dulu membuktikan likuiditas dan eksistensinya di panggung global dengan sukses melantai dibursa ternama seperti Toobit dan Bitconomy. Tidak hanya itu, proyek Web3 ini juga tengah bersiap melakukan ekspansi likuiditas yang lebih masif dengan menjadwalkan listing di sejumlah platform bursa kripto global terkemuka lain untuk memperkuat kepercayaan investor internasional dalam mendisrupsi sektor hiburan modern.

Secara teknis, aset digital ini beroperasi di atas jaringan Ethereum (ERC-20), salah satu ekosistem blockchain paling aman, terdesentralisasi, dan paling banyak diadopsi di dunia. Penggunaan jaringan ERC-20 ini menjamin kecepatan transaksi, keamanan tingkat tinggi, serta integrasi smart contract yang mulus. Untuk menjaga nilai kelangkaan dan stabilitas pasar, SHOW Token juga dirancang dengan struktur tokenomik yang sangat ketat dengan total supply terbatas sebesar100 juta token.

Ekspansi strategis dengan komitmen pendanaan masif senilai $100 juta ini disiapkan khusus sebagai stimulus untuk menyuntik industri ekonomi kreatif serta memodernisasi ekosistem hiburan di Asia Tenggara. Berfokus di pasar domestik Indonesia, SHOW Token bergerak cepat merealisasikan arsitektur finansial ini langsung ke ekosistem produksi riil dilapangan tanpa menunda waktu.

Show Token
Peluncuran Show Token di Indonesia. Foto: Istimewa

Sebagai langkah nyata, pada Juni 2026, SHOW Token resmi memulai debutnya sebagai Executive Producer dan berkolaborasi dengan MVP Pictures lewat film horor Cerita Lila yang sukses menggaet 500 ribu penonton di pekan pertama penayangannya. Kerjasama itu juga segera dilanjutkan lewat film berjudul Sihir Tanah Kubur yang tayang pada bulan Juli mendatang.

“Langkah awal yang sukses ini akan diteruskan melalui target pendanaan produksi untuk lebih dari 30 judul film bergenre horor dan drama sepanjang tahun ini,” jelas Akshay Melwani.

Proyek tersebut dijalankan melalui kolaborasi erat dengan sejumlah rumah produksi serta berbagai studio lokal dan global terkemuka lainnya untuk mendukung deretan film unggulan seperti Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati, Taboo, Siti Vampire, dan Sebelum Tiga Puluh.

Baca juga: Meutia Cut Fokus di Dunia Golf, Siapkan Comeback Musik Lewat Album Cover Akustik

Melalui partisipasi strategis di dalam ekosistem ini, para pemegang token (project backers) akan menikmati utilitas riil di dunia nyata, mulai dari Decentralized Executive Producing (hak mendukung pendanaan film) hingga Exclusive Behind-the-Scenes Access (akses eksklusif di balik layar). Selain itu, deretan keuntungan eksklusif tambahan juga telah disiapkan, antara lain akses penuh (all-access) ke Gala Premiere, tiket gratis (free tickets), kesempatan meraih Exclusive Reward berbasis kekayaan intelektual (IP), hingga pemberian reward berupa keuntungan revenue token yang bisa didapatkan setelah kurun waktu dua bulan.

“Target investasi seratus juta dolar kami di Asia Tenggara bukan sekadar tentang angka pertumbuhan, melainkan tentang membangun arsitektur baru bagi ekonomi kreatif digital. Kami memandang Indonesia bukan sebagai pasar konsumtif, melainkan sebagai episentrum talenta yang selama ini kekurangan likuiditas dan sistem distribusi yang efisien. Kami hadir untuk menyelesaikan inefisiensi itu,” ujar Joshua Khubani selaku COO SHOW.

Momentum peluncuran resmi yang dilaksanakan pada 26 Juni 2026 i diharapkan mampu menjadi ruang kolaborasi strategis antara pemerintah, asosiasi film, dan komunitas teknologi untuk bersama-sama mengawal pemanfaatan Blockchain dan AI. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan masa depan sinema Indonesia yang sehat dan lebih baik bagi para penulis, sutradara, hingga animator, sekaligus membawa kreativitas nusantara bersinar di kancah internasional.

Share This Article