Jakartashowbiz.com – Idgitaf resmi merilis Berusaha di Bawah Hujan sebagai album penuh keduanya. Di album ini, Idgitaf menyajikan warna segar berupa elemen musik country yang berbaur asri dengan pop penuh sukacita.
Dikemas seperti cerita bersambung dalam 12 lagu, album Berusaha di Bawah Hujan mengungkapkan hasil perenungan dan eksplorasi musik Gita, sapaan akrabnya menghadapi babak baru dalam hidupnya. Ia menyampaikan bahwa membuat album ini mendewasakan dirinya dalam cara menulis dan melihat karya-karyanya, membuatnya memiliki berbagai sudut pandang baru serta menyadari kapasitas dan kesanggupan dirinya dalam ranah cinta.
“Album ini lahir dari pengalaman jatuh cinta yang terasa begitu baru buat aku, sampai rasanya kata-kata saja tidak cukup untuk menjelaskan semuanya. Karena itu aku merasa harus menuliskannya lewat musik. Tapi di balik itu, ada tantangan, perbedaan, dan proses memahami satu sama lain yang membuat aku sadar kalau cinta bukan cuma tentang kebahagiaan, tapi juga tentang bertahan,” ungkap Idgitaf.
Baca juga: Sammy Simorangkir Persembahkan Konser 20 Tahun Berkarya untuk Istrinya
Materi-materi album Berusaha di Bawah Hujan disusun sebagai perjalanan dalam empat fase emosional, mulai dari menemukan cinta yang terasa menyembuhkan, menikmati kebahagiaan di dalamnya, menghadapi konflik dan keraguan, sampai akhirnya belajar menerima dan bertahan bersama segala ‘hujan’ yang datang. Digarap mulai Februari 2025 hingga April 2026, album ini melibatkan produser Enrico Octaviano, Lafa Pratomo, Michael Rodovan, Ricco, Rama Harto, dan Luthfi Adianto.
Tak hanya itu, album ini turut menghadirkan rekan sesama musisi seperti Hindia (Baskara Putra) dalam lagu Masih Ada Cahaya dan Dere dalam Setengah Langit. Lagu Masih Ada Cahaya menggambarkan usaha untuk memahami masa lalu pasangan, sementara Setengah Langit lebih berbicara ke diri sendiri sebagai sesama perempuan, bahwa kita cenderung mengkategorikan kebahagiaan dari apa yang ditentukan oleh orang lain.

Idgitaf sendiri selama ini banyak dikenal lewat lagu-lagunya yang berbicara tentang kesehatan jiwa dan penerimaan diri, seperti di album perdananya yang berjudul Mengudara (2023). Ia kemudian sukses menjadi nomine di Festival Film Indonesia 2025 dalam kategori Pencipta Lagu Tema Terbaik untuk lagu Berakhir di Aku (OST Home Sweet Loan).
Lewat Berusaha di Bawah Hujan, Idgitaf mengutarakan harapan bahwa album ini dapat dipahami sebagai gambaran tentang perjalanan yang belum selesai. Diterbitkan oleh label Idgitaf Musik bekerja sama dengan KithLabo, album Berusaha di Bawah Hujan dirilis pada 15 Mei 2026 di semua digital streaming platform.
“Album ini mengisahkan sebuah journey, a work in progress. Bukan untuk memberikan jawaban, tapi menjadi teman seperjalanan. Aku ingin orang-orang melihat bahwa album ini adalah tentang berusaha, dan pendengar bisa merasa relate dengan berbagai perasaan di dalamnya; mulai dari bahagia, sedih, sampai frustrasi. Semoga album ini juga bisa memberikan gambaran tentang perjalanan aku bersama pasanganku,” pungkasnya.