Jakartashowbiz.com – Rumah produksi MD Pictures membuat gebrakan besar dengan mengadaptasi film legendaris asal Iran, Children of Heaven. Hadir sekitar 30 tahun dari cerita aslinya yang dirilis pada tahun 1997, Children of Heaven versi Indonesia nyatanya tak kehilangan ‘magisnya’ meski muncul di era yang sudah jauh berbeda.
Di versi aslinya, film garapan Majid Majidi itu menggambarkan perjuangan hidup kakak-beradik dalam keluarga sederhana, dimana mereka harus bergantian menggunakan sepasang sepatu untuk pergi ke sekolah. Dengan benang merah yang sama, Hanung Bramantyo, sutradara Children of Heaven versi Indonesia mengemaskan dengan lebih emosional lewat kultur dan budaya lokal, tanpa banyak bumbu yang terkesan mengeksploitasi kemiskinan dan kesedihan secara berlebihan.
Baca juga: Tayang Mulai 11 Juni, Berikut Sinopsis Film Dosa: Penebusan atau Pengampunan
Di buat dengan pendekatan lokal di Jawa Tengah berlatar tahun 1980an, Children of Heaven versi Indonesia bercerita tentang Ali dan Zahra, kakak-beradik yang hidup dalam keterbatasan ekonomi. Konflik bermula ketika Ali tak sengaja kehilangan sepatu milik Zahra, dan bermufakat dengan sang adik untuk merahasiakan hal itu dari orangtua mereka. Keduanya pun akhirnya berbagi satu pasang sepatu untuk dipakai bergantian ke sekolah.
Dari premis sederhana itu, Children of Heaven akhirnya memotret banyak aspek kehidupan, mulai dari rasa tanggung jawab, kasih sayang antar keluarga, dan perjuangan menghadapi kenyataan hidup. Emosi dalam film tak muncul dari adegan besar nan krusial, tapi dari ekspresi dan dialog kecil antara Ali dan Zahra dalam menghadapi masalah.

Meski dilabeli adaptasi, penonton yang sudah lebih dulu menyaksikan versi aslinya akan dimanjakan dengan beberapa adegan ikonik yang memantik nostalgia. Selain itu, film ini juga memuat sekelumit unsur komedi yang menghibur, tapi tak terkesan dipaksakan.
Untuk versi Indonesia, film Children of Heaven menghadirkan Jared Ali sebagai Ali dan Humaira Jahra sebagai Zahra. Selain itu, sejumlah nama seperti Andri Mashadi, Faradina Mufti, Didik Nini Thowok, Dodit Mulyanto, hingga Slamet Rahardjo juga turut terlibat di dalamnya.
Sebagai sebuah film adaptasi, Children of Heaven versi Indonesia sama sekali tak kehilangan rohnya sebagai film keluarga yang hangat dengan banyak pesan moral di dalamnya. Filmnya tidak memanjakan mata dengan visual yang mewah, tapi bisa menggugah kedekatan emosional dengan kesederhanaan, optimisme, dan perjuangan yang ditampilkan.
Ketika MD Pictures mengumumkan untuk mengadaptasi film Children of Heaven yang sempat masuk nominasi Academy Awards atau Oscar untuk kategori Best Foreign Language Film, publik dihadapkan pada beberapa kemungkinan. Apakah Manoj Punjabi dan Hanung Bramantyo akan mempertahankan kesederhanaan yang menjadi ruh film, atau memodifikasi ‘sana-sini’ untuk tetap memuaskan ekspektasi industri untuk sebuah film drama.
Namun, saat menyaksikan hasil akhirnya sebelum dirilis ke publik pada 27 Mei 2026 mendatang, bisa dibilang Children of Heaven versi Indonesia adalah karya yang humanis dan proporsional. Isu kemiskinan yang jadi background cerita tak dieksploitasi secara berlebihan, namun dikemas sedemikian rupa untuk memantik rasa optimis terhadap hasil akhir dari sebuah perjuangan.