Rutan Kelas I Surakarta Bikin Film Bareng Erick Estrada, Warga Binaan jadi Pemerannya

Yuri Setiawan
3 Min Read
Film NAPI: Pesan dari Dalam. Foto: Istimewa

Jakartashowbiz.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surakarta membuat trobosan yang patut diacungi jempol. Bersama aktor Erick Estrada, mereka bekerjasama membuat karya sinematografi berupa film berjudul NAPI: Pesan dari Dalam.

Berbeda dengan produksi pada umumnya, film NAPI: Pesan dari Dalam menghadirkan keunikan tersendiri karena seluruh karakternya diperankan oleh Warga Binaan Rutan dengan bimbingan dari para seniman asli Kota Surakarta. Melalui film ini, mereka menyampaikan kisah, refleksi, dan pesan-pesan berharga yang ingin dibagikan kepada masyarakat.

“Warga Binaan bisa produktif dan tidak ada bedanya dengan masyarakat. Kami juga memberikan pelayanan terbaik kepada Warga Binaan, memulihkan kehidupan agar berkontribusi positif lagi dan tidak ada stigma negatif dari masyarakat,” terang Bhanad Shofa Kurniawan, Kepala Rutan Surakarta dalam keterangannya.

Baca juga: Segera Tayang di Bioskop Film Suamiku Lukaku Angkat Isu KDRT di Balik Citra Keluarga Harmonis

Sementara itu, Erick Estrada memuji langkah Rutan Surakarta dengan terobosan yang dibuat. Terlebih, saat meninjau langsung lokasi, dia mendapati banyak hal hal positif yang didapatkan warga binaan berkat sejumlah program pembekalan yang ada.

“Warga Binaan dibina dengan berbagai hal, seperti dilatih cara bengkel, membatik, membuat kopi, cara potong rambut, dan lain-lain. Jadi, peluang untuk menciptakan lapangan pekerjaan itu benar-benar ada di Rutan Surakarta,” terangnya.

Film NAPI: Pesan dari Dalam
Film NAPI: Pesan dari Dalam. Foto: Istimewa

Pemutaran perdana film NAPI: Pesan dari Dalam sendiri sudah berlangsung pada 25 April lalu yang berlokasi di Rutan Surakarta dan terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat. Melalui gala premiere ini, diharapkan film tersebut menjadi jembatan penghubung antara Warga Binaan dan masyarakat, sekaligus mengubah pandangan dan menghapus stigma negatif yang selama ini melekat.

Selain itu, film ini juga menjadi bukti nyata melalui pendekatan seni dan pemberdayaan potensi, pembinaan di institusi Pemasyarakatan mampu melahirkan karya-karya berkualitas yang layak diapresiasi. Diharapkan, karya ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga pesan mendalam, harapan baru, dan inspirasi untuk terus melihat sisi positif setiap insan tanpa memandang latar belakang masa lalunya.

Baca juga: MD Pictures Hadirkan Campaign Sepasang Sepatu Berjuta Mimpi Jelang Penayangan Film Children of Heaven

Selain pemutaran perdana film NAPI: Pesan dari Dalam, Rutan Surakarta juga menggelar kegiatan bertajuk Surakarta Berbudaya sebagai pra-event Meeting of Styles Indonesia 2026. Kegiatan yang berlangsung di area luar Rutan Surakarta ini dihadiri Mardi Santoso selaku Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, Astrid Widayani selaku Wakil Wali Kota Surakarta, Iwan Adranacus selaku CEO PT Indaco Warna Dunia, dan para seniman grafiti dari seluruh Indonesia.

Mengusung tema “Surakarta Berbudaya”, kegiatan ini memperkenalkan proyek fasad “Cultural Prison Art”, sebuah inisiatif yang mengubah wajah bangunan Pemasyarakatan menjadi ruang ekspresi seni yang inklusif dan inspiratif. “Ini menjadi bukti nyata keberhasilan pembinaan di mana Warga Binaan tidak hanya dibekali keterampilan, tetapi juga ruang untuk berekspresi dan berkarya,” pungkas Bhanad.

Share This Article