Jakartashowbiz.com – Idgitaf selalu memberikan berbagai kejutan dalam penampilannya di atas panggung. Dalam penampilan terbarunya di KLBB Festival 2026 akhir pekan kemarin, Idgitaf tak sekadar membawakan setlist penuh lagu-lagu favorit, tapi juga menghadirkan sesuatu yang lebih bermakna.
Dalam acara yang digelar di Stadion Madya GBK, Idgitaf berbagi panggung bersama komunitas Teman Tuli dalam sebuah kolaborasi yang hangat, emosional, dan inklusif. Sejak awal tampil, Idgitaf memang ingin memastikan bahwa musiknya bisa dinikmati semua orang tanpa terkecuali.
Baca juga: Diciptakan LaleIlmanino, OST Film Na Willa Akhirnya Diperdengarkan Langsung ke Publik
Komunitas Teman Tuli turut hadir di atas panggung, membawakan interpretasi visual lewat gerakan dan bahasa isyarat yang menyatu dengan aransemen musik. Hasilnya, penonton tidak hanya mendengar lagu, melainkan juga melihat dan merasakan setiap emosi yang disampaikan.
Beberapa karya seperti Rutinitas dan Sedia Aku Sebelum Hujan menjadi highlight kolaborasi ini, dimana saat lirik-lirik reflektif Idgitaf mengalun, teman-teman dari komunitas Teman Tuli menerjemahkannya ke dalam seni tari yang kuat dan penuh ekspresi.
“Di hari itu ada hati yang berbicara, jiwa yang mendengar, dan telinga yang bergema. Buatku, musik selalu lebih luas dari sekadar suara,” ujar Idgitaf, dalam keterangannya.

Dia juga menegaskan bahwa baginya, musik adalah hak semua orang. Maka dari itu, musik pun bisa disampaikan lewat banyak cara da. bukan hanya dari suara, melainkan gerak tubuh.
“Musik adalah hak manusia paling dasar. Bukan privilege untuk segelintir orang. Konser seharusnya nyaman untuk semua orang. Kalau belum bisa kita lakukan itu, berarti kita belum benar-benar inklusif,” bebernya.

Kolaborasi dengan Teman Tuli pun disebut Idgitaf tam cuma terjadi dalam satu kali ini. Dia ingin konsisten menciptakan ruang yang lebih aman dan setara di industri kreatif.
“Ini bagian dari usaha-usaha kecil tentang bertahan dan terus berproses,” pungkasnya.