Bukan Sekadar Musik, Serdadu Sam Potret Kegelisahan di Album Kronik

Yuri Setiawan
3 Min Read
Serdadu Sam. Foto: Demajors

Jakartashowbiz.com – Setelah sukses mencuri perhatian lewat single Kami adalah Badai dan Agrippina, Serdadu Sam kembali hadir dengan proyek musikal yang lebih ambisius. Kali ini, dia merilis album penuh bertajuk Kronik, sebuah karya yang memotret kegelisahan batin, refleksi sosial, dan pencarian eksistensi dalam bentuk audio-naratif yang kaya tekstur.

Dalam Kronik, Serdadu Sam menolak pola album konvensional. Ia memilih merangkai cerita melalui 13 trek yang bukan hanya sekadar lagu, tapi ibarat bab-bab dari sebuah buku hidup. Pendengar akan diajak menyelami tema tentang ambisi, ketamakan, kegagalan, perpisahan, hingga semangat memperjuangkan hidup.

“Kronik adalah dokumentasi batin. Saya tidak sedang membuat album komersial, saya sedang menulis catatan untuk dipahami, oleh siapa pun yang pernah merasa sendiri, lelah, tidak berdaya dihantam kerasnya kehidupan, dan ditelan kekecewaan di tengah keramaian, namun tetap harus berjuang menjalani hidup yang terus berjalan,” kata Kenny, sosok di balik persona Serdadu Sam.

Baca juga: Konsistensi Canti Tachril di Jalur R&B lewat Single Emosional, Anggap Aku Ada

Materi album ini sejatinya telah dirancang sejak 2021 dengan landasan pengalaman pribadi dan observasi sekitar. Hampir semua lagu diciptakan dalam Bahasa Indonesia dengan pendekatan lirik yang naratif namun tetap puitis.

“Menulis dalam Bahasa Indonesia punya tantangan tersendiri. Saya berusaha menghindari klise, tapi juga tidak ingin terlalu bersayap,” ujar Kenny.

Serdadu Sam
Artwork album Kronik milik Serdadu Sam. Foto: Istimewa

Hal unik lain dari album ini adalah durasi lagu yang tidak biasa, Kalibut, sebuah nomor progresif rock tentang konflik Gaza yang berdurasi lebih dari 12 menit. Selain itu, ada juga reinterpretasi lagu Setengah Tiang karya Harry Roesli yang digarap dengan sentuhan brass dan emosi kontemporer.

Album ini juga menghadirkan single unggulan Dan Akhirnya Selamanya, hasil kolaborasi dengan Bemby Gusti. Lagu ini menjadi pesan personal Kenny untuk kedua putrinya tentang menerima hidup dan menghadapi kekecewaan. Produksinya pun melibatkan banyak nama besar seperti Mondo Gascaro, Denny Chasmala, hingga Moscow Metropolitan Session Orchestra.

“Saya menganggap lagu ini sebagai My Way-nya Serdadu Sam. Kolaborasi adalah pola kerja yang saya nikmati karena setiap musisi dapat menyuntikkan nyawa pada lagu-lagu saya,” tuturnya.

Baca juga: Manggung Singkat di Roblox, Bruno Mars Ditonton 12,7 Juta Akun

Album Kronik yang dirilis melalui kerja sama dengan label demajors ini sudah bisa kalian dengarkan di berbagai platform streaming digital.

“Saya berharap album ini dapat memberikan pengalaman musikal yang berbeda kepada para pendengar yang bersedia memberikan waktu untuk mendengarkan dan mengenal karya ini lebih jauh,” pungkas Kenny.

Share This Article