Mengenal Taktik Cowok Manipulatif Lewat Film Penerbangan Terakhir

Yuri Setiawan
3 Min Read
Film Penerbangan Terakhir. Foto: Poplicist

Jakartashowbiz.com – Tak cuma sebagai hiburan, film juga kerap mengambil peran sebagai media edukasi untuk masyarakat. Film Penerbangan Terakhir pun hadir ke layar bioskop bukan hanya sekedar mengungkap drama penuh intrik berlatar belakang dunia aviasi, tapi juga mengajak publik, khususnya para wanita untuk mengenali taktik laki-laki manipulatif yang sering berada di sekitar.

Dibintangi nama-nama beken seperti Jerome Kurnia, Nadya Arina, dan Aghniny Haque, film produksi VMS Studios ini bercerita tentang Tiara (Nadya Arina), pramugari baru yang masih polos dan minim pengalaman soal cinta, terjebak dalam pesona Kapten Deva (Jerome Kurnia), pilot muda ganteng yang ternyata jago memanipulasi perasaan. Lewat film ini, penonton bakal diajak melihat perjuangan Tiara buat sadar dan bangkit dari hubungan toxic tersebut.

“Meski latar belakang dunia di film ini adalah dunia penerbangan, tetapi menurutku secara cerita dan dinamika karakter akan banyak relate ke penonton. Karena cerita yang dialami Tiara itu bisa terjadi di mana saja dan oleh siapa saja. Ini sering terjadi di sekitar kita,” ujar Nadya Arina.

Baca juga: First Look Film Ratu Malaka Tampilkan Ketegangan Intens dari Setiap Karakternya

Lebih lanjut, Nadya Arina merasa isu yang diangkat dalam film ini sangat relate dengan kehidupan anak muda. Konflik batin yang dialami Tiara adalah representasi nyata dari banyak perempuan di luar sana, sehingga memberikan pesan agar tak mudah luluh dengan kalimat manis dari lawan jenis.

“Kalau ada laki-laki yang sudah kasih pujian berlebihan, nah, itu sudah waktunya untuk mundur perlahan. Jangan sampai nantinya terjebak di hubungan yang manipulatif,” tambah Nadya Arina.

Film Penerbangan Terakhir
Film Penerbangan Terakhir. Foto: Poplicist

Di sisi lain, Jerome Kurnia harus kerja keras buat menghidupkan karakter Kapten Deva yang kompleks. Dia mengaku sempat kesulitan saat harus melakoni adegan emosional di mana karakternya memohon-mohon cinta, padahal sifat aslinya manipulatif.

“Kapten Deva ini memang sangat kompleks orangnya. Tapi satu yang paling sulit adalah ada satu adegan pertengkaran antara Deva dan Tiara, di mana Deva itu ingin mengambil kembali cintanya si Tiara dan di situ ada pertengkaran hebat yang terjadi dan naik turunnya secara emosi susah sekali. Karena emosinya susah, kamera angle-nya susah,” ungkap Jerome Kurnia.

Baca juga: Dibintangi Irzan Faiq dan Marsha Aruan, Web Series Yang Penting Ada Cinta Angkat Dilema Hidup Gen Z

Sementara itu, Produser Tony Ramesh berharap film yang tayang di bioskop mulai 15 Januari 2026 ini bisa jadi edukasi buat masyarakat yang menonton. Menurutnya, banyak pesan penting yang ingin disampaikan ke publik lewat gambaran karakter Tiara yang jadi korban laki-laki manipulatif.

“Bagi kami cerita ini penting untuk diceritakan, sebagai bagian dari edukasi. Belajar dari pengalaman, apapun kesalahan kita, kita bisa bangkit dari kesalahan itu, dan karakter Tiara menunjukkannya,” ujar produser Tony Ramesh.

Share This Article