Jakartashowbiz.com – Ariana Grande kembali bersuara tentang ‘kebiasaan’ yang sering mengomentari penampilan fisik. Diva pop dunia sekaligus bintang film Wicked: For Good itu memberikan teguran halus bernada sentilan buat mereka yang kerap berkomentar body shaming terhadap seseorang.
Melalui unggahan Instagram Stories-nya beberapa waktu lalu yang dikutip NME, Ariana Grande
mengunggah ulang wawancara lamanya di tahun 2024 tentang pendapatnya soal mereka yang kerap mengomentari bentuk fisik. Pelantun lagu Thank U, Next ini memberikan peringatan dengan sopan mengenai pesan yang disampaikannya itu dalam postingan tersebut.
“Membagikan ulang ini dari tahun lalu sebagai pengingat penuh kasih untuk semua,” tulis Ariana Grande.
Baca juga: Cerita Absurd Afgan Dilamar Penggemar untuk Menikah
Belakangan ini, Ariana Grande memang sering muncul dalam rangkaian promosi film terbarunya, Wicked: For Good. Sayangnya, atensi publik malah banyak yang salah fokus ke perubahan berat badannya sampai memunculkan spekulasi liar dan soal kondisi kesehatannya. Ariana Grande merasa perlu untuk meluruskan pandangan orang-orang bahwa memberi opini terhadap tubuh seseorang bukanlah hal yang pantas dilakukan.
“Kita sudah terlalu nyaman mengomentari penampilan orang lain, apa yang kita pikirkan tentang apa yang terjadi di balik layar atau kesehatan mereka,” katanya.

Dalam cuplikan video yang dia bagikan, Ariana yang merasa resah dengan standar ganda dan kebebasan orang dalam menghakimi fisik. Ia menekankan bahwa kebiasaan ini sudah menjadi budaya yang toxic. Bagi Ariana, komentar semacam itu bisa menyakiti perasaan, terlepas dari apakah niatnya baik atau buruk, dan hal ini tidak seharusnya dinormalisasi menjadi konsumsi publik.
“Tidak peduli skalanya, itu adalah hal yang tidak nyaman dan mengerikan,” tutur Ariana Grande.
Sebelumnya, Ariana Grande juga pernah speak up soal isu body shaming, sekitar tahun 2023. Kala itu, dia meminta publik untuk lebih bijak dan lembut dalam menilai penampilan fisik seseorang tanpa mengetahui kondisi aslinya.
“Orang-orang seharusnya tidak terlalu nyaman mengomentari tubuh orang lain, apapun itu,” ujarnya kala itu.