Definisi 5 Tahapan Cinta Versi Kalya Islamadina di EP Orange

Yuri Setiawan
3 Min Read
Kalya Islamadina rilis EP Orange. Foto: Istimewa

Jakartashowbiz.com – Penyanyi, penulis lagu, sekaligus kreator konten, Kalya Islamadina resmi rilis EP perdananya bertajuk Orange. Proyek ini jadi penyambutan buat single kelimanya, Orange Sky, sekaligus ngebuka babak baru di perjalanan musiknya. Dia ngegabungin karya-karya sebelumnya jadi satu rangkaian yang utuh.

Setelah rilis beberapa single sejak tahun 2022 dan berhasil ngumpulin lebih dari 700 ribu stream di Spotify lewat lagu debutnya Eye Smile, Kalya kini ngehadirin Orange sebagai rangkuman perjalanan emosi dan kedewasaannya dalam bermusik. Orange ini ngegambarin eksplorasi Kalya terhadap lima tahapan rasa cinta, mulai dari kekaguman, ketakutan, dan keraguan, sampai kejujuran dan penerimaan.

Baca juga: Prinsa Mandagie Rilis Kembali Ke Aku, Pesan Kuat buat Kalian yang ā€˜Lupa Diri’

Judul Orange dipilih karena terinspirasi dari beberapa hal, salah satunya serial yang pernah dia tonton. Bagi Kalya, Orange jadi simbol keterbukaan dan penerimaan terhadap segala rasa yang hadir dalam dirinya. Warna jingga juga ngelambangin keindahan tersendiri buat Kalya, kayak warna peralihan langit: antara awal dan akhir, terang dan gelap, serta antara perasaan yang bertentangan tapi tetep indah.

“Ini adalah proses tentang belajar untuk menerima kehidupan dan perasaan dengan apa adanya. Aku ingin EP ini menggambarkan bahwa cinta bisa indah, tidak pasti, tapi tetap nyata. Pada akhirnya, kejujuran terhadap perasaan itulah yang menjadi keindahan sebenarnya,” kata Kalya.

Proses produksi dan kreatifnya Orange berlangsung selama beberapa tahun. Kalya terlibat penuh di setiap tahapnya, mulai dari penulisan, pencarian bunyi, sampai produksi akhir. Di perjalanan ini, Rendy Pandugo dan Khalishah Isyana jadi dua kolaborator utama yang ngebantu wujudin visi musikal Kalya.

Setiap lagu di Orange punya karakter produksi yang beda tapi saling terhubung secara emosional. Lagu Eye Smile, yang ditulis hampir lima tahun lalu, jadi titik awal perjalanan Kalya dan ngegambarin rasa hangat di tahap awal cinta. Neptune lahir sebagai refleksi dari hubungan jarak jauh yang dia alami.

Sementara 3000 Miles sebagai pesan jujur bahwa dalam hubungan, kejujuran dan ketidaksempurnaan tetap layak untuk dirayakan, sedangkan Orange Sky jadi penutup EP ini, tentang sebuah harapan walau kita nggak akan pernah bisa nebak masa depan.

ā€œSetiap lagu punya waktunya sendiri. Beberapa butuh bertahun-tahun untuk selesai, karena aku ingin setiap detail dari lirik sampai suara benar-benar menyampaikan pesan yang aku rasakan,” tuturnya.

Lewat Orange, Kalya Islamadina pengen ngehadirin pengalaman mendengarkan yang sederhana tapi bermakna, di mana kejujuran jadi pusat dari segalanya. Baginya, cinta yang paling indah bukanlah yang selalu manis, tapi yang benar adanya, dengan segala dinamikanya. Sebagai penyanyi dan penampil musik, Kalya pengen dikenal bukan cuma sebagai kreator konten, tapi juga sebagai storyteller, seseorang yang nyalurin kisah dan rasa lewat musiknya.

ā€œAku ingin orang yang mendengarkan Orange bisa memahami bahwa cinta itu indah karena kejujurannya. Keindahannya justru datang dari kenyataan, bukan karena manisnya, tapi karena apa adanya,ā€ tutup Kalya.

Share This Article