Bayu Skak Angkat Isu Tetangga Kepo Lewat Film Terbaru “Cocote Tonggo”

William Alvin
5 Min Read
Foto: Putri Ramadhani/Jakartashowbiz.com

Jakartashowbiz.com – Bayu Skak balik lagi ke dunia perfilman dengan karya terbarunya yang berjudul Cocote Tonggo. Film ini angkat tema yang deket banget sama kehidupan sehari-hari, khususnya soal omongan tetangga yang suka bikin hidup orang ribet.

“Ide awal Cocote Tonggo ini dari ‘Urip ora mung nuruti cocote tonggo’ dari keluh kesah kami yang berdiskusi kala itu ada Nona Ica (penulis), saya, dan beberapa produser Skak Studio. Nah yang selalu keluar adalah selalu diomongin sama orang,” ujar Bayu Skak di kawasan Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Selasa (15/4/2025).

Baca Juga: PETFEST Indonesia 2025 Siap Manjakan Pecinta Hewan, Ada Jackson Galaxy dan Gabriel Feitosa!

Bayu cerita kalau cerita film ini berangkat dari pengalaman pribadi dan ngobrol bareng tim. Katanya, orang yang paling sering kasih komentar justru yang paling deket sama kita.

Foto: Putri Ramadhani/Jakartashowbiz.com

“Orang-orang di sekeliling kita kan selalu punya penilaian tentang kita, nah di sini itu tetangga. Tapi bukan cuma tetangga saja, diperluas lagi ke keluarga, teman, tapi ini lebih spesifik ke tetangga,” katanya.

Proses pengembangan film ini ternyata udah dimulai dari zaman pandemi, tapi baru bisa jalan sekarang. Bayu bilang kalau idenya udah ada dari dulu, tapi baru bisa direalisasikan tahun ini.

“Idenya itu waktu Covid tahun 2020 dan alhamdulillahnya baru diproduksi tahun 2024 dan rilis tahun 2025. Lima tahun loh ini,” ungkap pria asal Malang itu.

Foto: Putri Ramadhani/Jakartashowbiz.com

Selama lima tahun itu, Bayu dan tim nggak mau buru-buru, mereka kumpulin ide dulu biar matang. Dia ngerasa eksekusi yang terburu-buru justru bikin hasilnya nggak maksimal.

“Sebenarnya kami dari tim itu tampung ide dulu, biasanya kan ide langsung dieksekusi. Nah Cocote Tonggo ini baru rezekinya di tahun 2024,” jelasnya.

Film ini juga ngangkat topik yang cukup sensitif, yaitu soal pasangan yang belum punya anak. Bayu bilang, tema ini muncul dari hasil riset mereka yang nemuin topik ini sering jadi bahan omongan.

Foto: Putri Ramadhani/Jakartashowbiz.com

“Karena kami kan melakukan riset juga, obrolan yang paling nyelekit nomor satu itu adalah bagi orang yang sudah punya suami atau istri tapi belum punya momongan,” kata Bayu.

Pertanyaan kayak “kapan punya anak?” emang terdengar biasa, tapi dampaknya bisa dalam banget buat yang denger. Bayu ngeliat ini sebagai realita yang dialami banyak pasangan di luar sana.

“Nah itu sering kali kita ditanyain kapan punya momongan? Padahal mungkin sebagian orang dianugerahi momongan cepat, tapi tidak semua seperti itu,” ucapnya.

Biar isu ini nggak terlalu berat buat ditonton, Bayu bungkus ceritanya pakai pendekatan komedi. Menurut dia, komedi bisa jadi cara yang efektif buat bikin orang mikir tanpa ngerasa digurui.

“Mungkin sebagian ada juga orang yang sulit banget punya momongan dan itu sangat sensitif untuk diusik. Nah dari bacotan itu kita grooming sampai ceritanya rapi dan jadilah seperti ini,” terangnya.

Pendekatan komedi ini juga dia pilih supaya pesan dari film tetap nyampe tapi nggak terasa nyolot. Bayu pengin filmnya bisa bikin penonton tertawa sekaligus merenung.

“Bagaimana membalutnya menjadi rapi dan enak dilihat, mungkin saya dengan menggabungkannya dengan komposisi pas komedi sehingga semuanya tidak terlalu spesifik menyerang,” jelasnya.

Buat Bayu, film ini bukan cuma hiburan, tapi juga ajakan buat ngobrolin topik yang sering dianggap tabu. Dia pengin orang bisa nangkep maknanya walaupun dibalut dengan tawa.

“Sehingga nanti meresponsnya juga dengan komedi. Tapi walaupun dengan komedi seperti itu maknanya tetap dalam. Jadi komedi itu biar tetap smooth tapi maknanya tetap berat,” katanya lagi.

Hal yang bikin film ini makin unik adalah penggunaan Bahasa Jawa Mataraman sebagai bahasa utama. Bayu sengaja milih ini sebagai bentuk eksplorasi budaya yang beda dari karya-karya sebelumnya.

“Karena saya sendiri kalau diberi kesempatan untuk mengeksplorasi sebuah ide saya mau. Nah kalau kemarin-kemarin itu zona nyamannya saya, nah ini saya mengeksplorasi sesuatu yang baru juga,” katanya.

Film Cocote Tonggo dijadwalkan tayang di bioskop mulai 15 Mei 2025. Ceritanya tentang pasangan suami-istri penjual jamu kesuburan yang justru belum punya anak dan jadi omongan tetangga.

 

Share This Article